Allah Is Always Be There…@ Allah Kan ADA…


Bismillahirrahmannirrahim…

Waallahualam…segala ilmu itu hanya milik Allah saya sekadar berkongsi sedikit ilmu yang ada…

Hanya kepada Allah ke serah segalanya…

Hadis Rasullulah SAW:

إن لربك عليك حقا

ولنفسك عليك حقا

ولأهلك عليك حقا

فاعط ذي حق حقه

Hadis di atas secara umumnya menerangkan tentang hak dan tanggungjawab kita. Hak adalah sesuatu yang sepatutnya kita dapat daripada orang lain, manakala, tanggungjawab adalah sesuatu yang sepatutnya kita berikan kepada orang lain. Tetapi walaupunhebat macamana pun hak dan tanggungjawab kita di atas muka bumi ini, hak dan tanggungjawab yang paling utama adalah hak kita hak dan tanggungjawab kita dari Allah. Sesungguhnya, inilah hak yang paling utama ke atas yang lain. Hadis di atas menjelaskan tentang hak dan tanggungjawab kita ke atas Allah, diri sendiri dan orang di sekeliling kita.

Ingin saya highlight kan di sini adalah hak dan tanggungjawab kepada Allah,  pencipta sekalian alam dan seisinya. Yakin dan percayalah bila mana kita melaksanakan hak dan tanggungjawab kepada dengan sempurna maka Allah akan menyempurnakan hak kita terhadap yang lain. Solat itu kunci ibadah, suatu hak Allah yang wajib kita tunaikan tanpa sebarang alasan dan alasan. Duhai hamba, jangan kita lupa ‘dirikanlah solat itu dengan kesabaran’. Ya, dengan kesabaran, mana mungkin kita dapat melaksanakan solat dengan khusyuk tanpa jiwa dan hati yang tenang dan sabar dalam mengerjakannya.

Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersedia dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung”. [Ali Imran: 200]

Bagaimana ingin mendapatkan khusyuk dalam solat? soalan mudah tapi belum tentu semudah pelaksanaannya. Tajdid (memperbaharui) solat, yang bermaksud kita memperbaharui ilmu kita berkaitan solat. Tidaklah sampaikan dewasa ini pon kita masih menggunakan ilmu solat yang diperlajari sewaktu zaman kanak-kanak dahulu tanpa memperbaharuinya. Taktala kita takbirratul ihram dalam solat, maka putuslah hubungan kita dengan dunia dan segala urusan di dalamnya. Indahnya terasa andai kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan kekasih Abadi kita secara sempurna kerana di situ pasti ada ketenangan yang sukar di cari di mana-mana.

Tunaikan hak Allah, Insyaallah hak dan tanggungjawab kita yang lain akan terlaksana dengan sempurna dan elok. Walau hebat badai yang menempuh kita pon, jangan gusar wahai hati , yakin dan percayalah bahawa Allah sentiasa ada untuk kita.

Tahukah kita? Ketika Allah rindu pada hambanya, Allah akan mengirimkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian…

Dalam hadith qudsi Allah berfirman:

“Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana Aku ingin mendengar rintihannya.”(HR. Thabrani dari Abu Umamah)

Abu Said dan Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi SAW. bersabda:

“Seorang muslim yang ditimpa penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan, bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus) dari dosa-dosanya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Keyakinan kita terhadap Allah…itulah yang Allah uji taktala kita ditimpa dengan pelbagai mehnah dan tribulasi dalam hidup. Ketika hati dan jiwa terasa begitu berat, sedih dan tertekan, pergilah kepada Allah, mintalah kepadanya apa pun yang kita inginkan, janganlah kita terlalu mengharap kepada manusia segala kehendak dan keinginan kita kerana hukum alam, manusia itu lemah dan kesempurnaan hanya milik Allah semata-mata.

Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: “Kami beriman”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu dugaan)?

“Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu sebelum mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang benar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahui-Nya akan orang-orang yang berdusta.” 

(QS. al-Ankabut: 2-3)

Bila diuji kita bersabar, bila diberi nikmat kita bersyukur..itulah yang sebaiknya.

Korban Cinta untuk Allah…

Kecintaan itu letaknya dalam seketul daging yang namanya hati, ia tidak dapat dilihat dengan mata kasar manusia, tetapi ia hanya dapat dirasa oleh pemilik hati itu. Sukar untuk diterjemahkan tetapi dapat dibuktikan dengan perbuatan yang menterjemahkan rasa cinta itu. Dan sesungguhnya, kecintaan yang tertinggi hanyalah CINTA AKAN ALLAH. Kenapa saya berbicara soal korban cinta ini? kerana pada hakikat dunia akhir zaman manusia sering tersilap dalam mentafsirkan apakah itu cinta, dan sehinggakan lahirnya bayi-bayi suci hasil perbuatan hina insan yang menyalah tafsirkan anugerah cinta yang Allah kurniakan kepada mereka. Apakah dosa bayi yang baru lahir ke dunia ini sehingga mereka sanggup mengotori cinta suci yang Allah kurniakan itu…Inilah hakikat manusia dina abad ini…Nauzubillahminzalik..

Insan, ingatlah…

Apabila kita mencintai Allah sepenuh jiwa dan raga kita, pasti cinta itu dibalas dan kita akan merasai cinta kita berbalas. Dan Allah akan mengarahkan semua makhluk-makhluknya untuk mencintai kita…Indah bukan ?

Mencintai akhirat tanpa meminggirkan dunia, itulah korban cinta untuk Allah…Dunia ini ladang untuk akhirat, yang mana kita bercucuk tanam di dunia dan akan tiba masa menuainya di akhirat sana nanti. ‘ Dunia ini dicipta untuk manusia, dan manusia dicipta unuk akhirat’ dalam maksud yang tersirat ayat ini dan inilah yang sepatutnya. Cinta Allah dan Cinta Akhirat sangat penting untuk kita selama kita hidup di dunia ini. Dengan cinta-cinta inilah kita akan mendapat kekuatan untuk membuat kebaikan di dunia dan meninggalkan segala kejahatan dan kemaksiatan dalam mengejar keseronokan dunia yang hanya penuh dengan kepalsuan. Dengan Cinta Allah dan Cinta Akhirat ini, kita akan membuat kebaikan walaupun tidak mendapat pujian dan penghargaan dari manusia, yang lebih utama adalah ganjaran dari sisi Allah SWT.

Andai kita cintakan manusia…

Cinta yang bukan dihadirkan bersama cinta kerana Allah biasanya cinta itu akan membutakan. Cinta yang hadir itu perlukan seiring dengan iman di dada.Cinta perlu sentiasa bersama iman, barulah indah dan manisnya rasa kecintaan itu. Sesungguhnya, sekuat-kuat cinta terhadap manusia adalah bilamana cinta itu adalah kerana Allah (Al hubbu fillah).

Seandainya kita mencintai seseorang itu dan berniat ingin menjadikannya suami/isteri, maka titipkanlah rasa cinta itu , dan pohonlah cinta kita berbalas hanya kepada Allah, jangan sekali-kali kita meringankan bicara , mengungkapkan ‘i love you’ kepada manusia itu, kerana suatu ketidakpastian cinta kita berbalas dan dihargai. Pohonlah sepenuh jiwa kita kepada Allah untuk memilik cinta dari seseorang itu ,kerana sesungguhnya Allah lah pemberi cinta itu bukan manusia.Yakinlah Allah akan memberikan cinta yang terbaik untuk kita, usah bimbang dan gusar wahai hati-hati yang mendambakan cinta. Cintailah Allah sepenuhnya, maka disitulah ketenangan yang kita cari selama ini.

Syurga itu dipagari dengan kesusahan,

Neraka itu dipagari dengan kesenangan dan tipu daya,

Janganlah kita tertipu dengan dunia dan seisinya…

‘Tiada kehidupan tanpa cinta, Cinta itu suci sifatnya, Hanya kita yang mengotori kesucian itu. Jangan salah sangka dengan cinta, kelak kita jua yang merana’

About musafirjalanan16

I'm proud to be muslim..how i discover this world is through the way of Islam... I changeable person depend on the situation... cz 4 my self i need to adapt wth the unexpected situation... So, let us know each other 4 a great Ukhwah Fillah.... Sebagai seorang muslim, peranan dakwah itu tertanggung atas bahu tiap2 dari mereka... Sesungguhnya, peliharalah peribadi dan keterampilan kita sebagai seorang muslim yang sejati... Bukanlah sekadar Islam atas dasar nama semata-mata, yang pada hakikatnya kita tidak mengenal apakah ISLAM yang sebenar... Renunglah sejenak ke lubuk hati yang paling dalam....adakah kita benar2 SAYANG DAN CINTA dengan sebenar-benarnya akan ISLAM. BANGKITLAH WAHAI SAUDARA!!!!! Sesungguhnya pengembaraan kita masih terlalu jauh, jangan kita berputus asa, sedangkan Allah tidak pernah berputus asa dengan kita...

Posted on December 18, 2011, in Perihal Islam and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: